Mulai dari membaca

Nimatnya Membaca
Allah swt berfirman yang diturunkan pada Nabi Muhammad saw pertamakalia adalah perihal membaca.
Kata perintah “bacalah" merupakan firman pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Wahyu Alquran mulai turun pada malam 27 Ramadan 611 Masehi, ketika Rasulullah sedang tafakur di Gua Hira dekat Makkah. Sedang itu Muhammad adalah buta huruf. Diceritakan bahwa Nabi Muhammad hanya menjawab lima kali, “Aku tidak bisa membaca.” Namun, wahyu bersikeras bahwa dia harus membaca. “Apa yang harus aku baca?” Rasulullah akhirnya bertanya. “Bacalah!” demikian jawaban wahyu, “Dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu Maha Pemurah; yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Q.S Al-Alaq 1-5).
Ayat-ayat pertama ini menegaskan bahwa membaca memiliki tempat yang sangat bermakna bagi kita umat manusia di dalam Alquran. Akan tetapi, tindakan membaca juga mengajarkan kita apa sesuatu untuk dibaca. Jadi, pena lah yg berperan awal kita untuk memulai menulis lalu membaca, pena adalah alat yang membuat kita mengetahui “apa yang tidak kita ketahui sebelumnya”. Oleh karena itu, membaca dan menulis merupakan bagian penting dalam diri kita. Inilah satu jalan yang mengantarkan kita menjadi insan yang mengerti dari tidak mengerti apa-apa.
Membaca akan menanamkan pemikiran kita menjadi kritis dan demokratis, Nabi Muhammad menekankan bahwa pentingnya penulisan sesuatu. Dia mengikuti nasihat yang disampaikan Alquran (Q.S. al-Baqarah [2]: 282) untuk menuangkan segala sesuatu dalam tulisan: “Hendaklah kamu menjadi seorang penulis di antara  kamu menuliskannya.”
Akan tetapi, dalam penulisan bisa digunakan untuk kebaikan sekaligus mendorong kejahatan. Mengapa bisa dikatakan begitu itulah guna menulis membaca dan berilmu yang beriman. Menulis harus memiliki tujuan yang harfia dan ungkapan yang baik dan niatan etis dan moral yang baik agar penulisan dapat bermanfaat bagi pembaca dan kita seorang pembaca harus mengevaluasi apa yang kita baca.
KALIMAT YANG BAIK ITU IBARAT POHON YANG BAIK, AKARNYA TEGUH DAN CABANGNYA MENJULANG KE LANGIT. POHON ITU MEMBERIKAN BUAHNYA DI SETIAP MUSIM DENGAN SEIZIN TUHAN-NYA. ALLAH MEMBUAT PERUMPAMAAN ITU UNTUK MANUSIA SUPAYA MEREKA SELALU INGAT. DAN PERUMPAMAAN KALIMAT YANG BURUK ITU SEPERTI POHON YANG BURUK, YANG TELAH DICABUT DENGAN AKAR-AKARNYA DARI PERMUKAAN BUMI DAN TIDAK DAPAT TEGAK SEDIKIT PUN (Q.S. IBRAHIM [14]: 24-26). 

Komentar